UM-UGM 2008

Hm…. Semester 2, seperti yang anda liat, telah mencapai puncaknya.

Sebagai seorang siswa kelas 3, tentunya ana harus kerja ekstrakeras dalam mempersiapkan segala sesuatunya. nggak UN, nggak UM-UGM, nggak SNMPTN, semuane harus dipersiapkan. Maklum, kelas 3 SMA ini adalah gerbang penentuan. Siapa cepat, dia dapat. Siapa malas, dia kandas!

Dan akhirnya, setelah persiapan maraton Januari-Maret 2008, ana akan menghadapi sebuah sidang pertama: Ujian Masuk UGM alias UM-UGM 2008. “Sidang” ini akan dilaksanakan pada hari Ahad, 13 April 2008. SMAN 1 Banjarmasin mengirimkan satu kompi pasukan, hehe,,, nggak tanggung-tanggung, 37 orang akan menyerbu Yogya!

Azzam telah ditancapkan, hati telah dikuatkan, tekad telah dibulatkan. Satu pilihan: UM-UGM mesti dilakoni! Ana telah bersiap dengan mendaftar, bayar pendaftaran, plus bayar tiket. yah, mudah-mudahan aja membawa hikmah.

Pilihan ana telah jatuh pada satu fakultas yang telah menjadi idaman sejak dulu: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ana memilih Ilmu Hubungan Internasional (HI) sebagai pilihan utama, disusul oleh Ilmu Komunikasi dan Ilmu Administrasi Negara. Yah, FISIPOL semua. “Melanjutkan” nama-nama beken macam Andi Mallarangeng, Amien Rais, Muhaimin Iskandar, atau Priyo Budisantoso yang keluaran sana.

OK, singkat cerita, berangkatlah saya ke yogyakarta. Saya pesan tiket lebih awal dari teman-teman, tanggal 10 April, di sela-sela sibuknya ujian praktek (karena mau daftar juga di UMY).  Penerbangan sore yang di-delay oleh pihak mandala. Yup, sampai jualah akhirnya saya ke Yogya, memulai sebuah perjuangan untuk UM.

Langsung aja deh, nggak usah diceritain kehidupan Yogya yang penuh mahasiswa. 13 April 2008, pukul 10.00 pagi, ujian dimulai. Empat orang pengawas dengan senyum ramahnya memasuki ruangan di FBS UNY ( o ya lupa, saya kebagian duduk en tes di fakultas bahasa dan seni universitas negeri yogyakarta). Ruangan yang cukup kondusif, ber-AC (ada yang tanpa AC lo, tapi di tempat laen), plus meja yang lumayan dalam kondisi cukup baek.

Keempat pengawas tersebut mulai memasuki ruangan dan membacakan tatib UM. yah, harus diakui bahwa posisi duduk saya tidak terlalu baik. Kenanya di bagian depan coy! Lebih naas lagi, tempat duduk di sebelah kanan saya kosong (buang2 kesempatan tuh, ngosongin tempat buat UM). Dua pengawas duduk di depan, tepatnya satu pengawas duduk di samping saya, satu di depan saya, satu di belakang kelas dan satu lagi di depan pintu. Gileee… Gimana tuh dua pengawas yang ngeliatin pas ujian??? Akhirnya, ujian harus dimulai juga.

soal pertama muncul, soal kemampuan dasar. Gilee lagi…. Matematikanya susah mas! Yah, apa boleh buat, kita harus terus menjalaninya.  Yah, walaupun dengan kemampuan pas2an, hehe… OK, soal dengan cukup berat hati harus kami jawab.. Cuma 8 soal matematika yang dapat terjawab dengan sukses. ALhamdulillah BHs Indo sama Bhs Eng dapat dilalui dengan baik, yah, penambah nilai!

Waktu menunjukkan pukul 11.30, sesi kedua dimulai. Tes Potensi Akademik. Ya, jelas ini bukan bidang anak IPS, dengan kemampuan logika-matematika yang cukup “di luar kepala” (gak bisa maksudnya). AKan tetapi, begitu melihat soal, ALhamdulillah, gak begitu sulit! Yup, soal dijawab, dan optimisme di benak kepala saya mulai muncul. Satu jam berlalu, 12.30, semua soal diakhiri.

Setelah sempat pusing2, akhirnya waktu istirahat pun tiba. Tetapi jangnkan istirahat, teman2 malah sibuk sendiri mempersiapkan sesi ketiga. yah, akhirnya gak sempet makan deh. saya memutuskan shalat zhuhur di Mesjid Al-Mujahidin UNY yang emang deket. Setelah shalat, plong lah rasanya kepala ini.

Sesi ketiga lumayan susah, terlebih di soal ekonomi. Penuh dengan analisis mas! Sejarah yang saya targetkan untuk mendulang suara, kali ini harus dipikir2. Penuh dengan analisis isu global yang ironisnya kurang saya perhatikan beberapa waktu terakhir ini. yah, akhirnya saya jawablah apa adanya dengan daya analisis yang saya pendam karena tidak menulis beberapa hari terakhir.

yah, begitulah! UM akhirnya selesai, dan akhirnya saya keluar dengan perut keroncongan dan otak yang berasap. Hanya satu tujuan kami: Makan! Untunglah, Rumah Makan Top Java di jl. Colombo telah siap menanti kami, dan teman2 yang mau ke Asrama pangeran Antasari juga ikut makan. Yah, lumayan melepaskan lelah sejenak setelah diperas dan otak harus diisitirahatkan untuk “sidang” selanjutnya: UJIAN NASIONAL.

Lantas, pulanglah akhirnya saya ke Banjarmasin dengan penerbangan Mandala pagi ke Banjarmasin, bareng teman2. Saya mendapatkan jawaban yang hampri senada: Soalnya NGALIH! Yah, nggak semuanya sih mengatakan demikian. Tapi, tak semuanya juga pulang karena masih ada yang mau tes di sana-sini (Huh,,, bilang aja mau jalan2 keliling yogya dulu!)

OK, beginilah kisah mengenai UM-UGM 2008, bagaimana hasilnya, lihat aja posting saya selanjutnya, hehehe… wassalam

~ oleh politicana pada Juli 13, 2008.

Satu Tanggapan to “UM-UGM 2008”

  1. Assalamu’alaikum…

    Akhirnya “pindah rumah” juga dirimu. He he he

    Wah, kayaknya di sini lebih personal, ya, blognya?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.